PPWI Lampung & Rutan Kelas I Bandar Lampung Kolaborasi: Dari Balik Jeruji Menuju Harapan Baru

rdtratud | 9 Agustus 2025, 14:14 pm | 41 views
LAMPUNG SELATAN ~R-D-T-News~Di balik tembok tinggi dan pagar besi Rutan Kelas I Bandar Lampung, secercah harapan baru mulai tumbuh. Sabtu, 9 Agustus 2025, jajaran pengurus DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung datang membawa misi mulia: membangun sinergi pembinaan bagi warga binaan.
Rombongan yang dipimpin Sugiarto, Wakil Ketua DPD PPWI Lampung sekaligus Pimpinan Redaksi Karya Bangsa Nusantara Indonesia (KBNI-News), disambut hangat oleh Rizqi Putra Sandika, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka KPR). Pertemuan berlangsung di ruang kerja Ka KPR, dalam suasana akrab, penuh diskusi tentang masa depan pembinaan manusia di balik jeruji.

“Rutan bukan hanya tempat menahan, tapi tempat membina. Warga binaan bukanlah penjahat semata, mereka adalah manusia yang pernah tersesat dan berhak diberi kesempatan kedua,” ujar Sugiarto, tegas namun sarat empati.

PPWI Lampung berencana menggelar program penyuluhan dan bincang inspiratif bersama warga binaan. Tidak sekadar berbicara, program ini akan melibatkan para pengurus dan anggota PPWI untuk langsung terjun memberikan wawasan, motivasi, dan pengetahuan praktis yang bermanfaat ketika warga binaan kembali ke masyarakat.

“Kami ingin memastikan, saat bebas nanti mereka tidak kembali mengulangi kesalahan. Minimal, kami bisa membantu pemerintah mengurangi jumlah napi yang kembali masuk rutan,” tambah Sugiarto.

Di sisi lain, Ka KPR Rizqi Putra Sandika melihat kemitraan ini sebagai strategi pembinaan kreatif yang menggabungkan kekuatan media dan pembinaan formal di rutan.

“Organisasi Pers PPWI punya kekuatan luar biasa untuk memberi edukasi, baik bagi warga binaan maupun masyarakat. Kami menyambut baik inisiatif ini,” kata Rizqi.

Langkah awal ini diharapkan menjadi pondasi bagi program pembinaan yang lebih humanis, kreatif, dan berdampak langsung, sehingga warga binaan tidak hanya bebas secara fisik, tetapi juga bebas dari lingkaran kesalahan yang pernah menjerat mereka.
Di balik pintu besi yang terkunci rapat, kini mulai terpatri semangat baru: bahwa setiap orang, bahkan yang pernah jatuh, punya peluang untuk bangkit dan kembali menjadi bagian berharga dari masyarakat.
(Red/PPWI Lampung)
Berita Terkait