Dishub Lempar ke Vendor, Vendor Masih Beralasan “Proses Admin”: Perbaikan JPO Teuku Umar Terus Menggantung, Warga Resah!

rdtratud | 19 November 2025, 06:33 am | 20 views
Bandar Lampung~R-D-TNews~Kisruh soal kerusakan parah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Teuku Umar kembali memicu keresahan publik. Setelah video kondisi JPO yang nyaris roboh itu viral di media sosial, publik berharap ada respons cepat dari pemerintah. Namun yang terjadi justru saling lempar informasi antara Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung dan pihak vendor,19/11/2025.
Melalui pesan langsung di Instagram, akun resmi Dinas Perhubungan (dishub.bandarlampung) memberikan keterangan singkat:
 “Informasi telah dicatat dan segera kami teruskan kepada bidang terkait untuk dilakukan pengecekan dan tindak lanjut. Untuk kontak narahubung kami perlu koordinasi internal, info lanjutan akan diberikan pada jam kerja berikutnya.”
Dishub menegaskan bahwa JPO Teuku Umar memang berada dalam kewenangan mereka, tetapi seluruh proses pemeliharaan teknis di lapangan menjadi tanggung jawab vendor rekanan Pemkot.
Setelah diarahkan oleh Dishub, Lampung City Info berhasil menghubungi pihak vendor, Frengki, dari Vendor Devis—pihak yang memegang pengelolaan JPO tersebut. Namun jawaban yang diterima justru semakin menambah tanda tanya:
“Saat ini sedang dalam proses admin untuk servis perbaikan, bang. Lagi dikordinasikan sama tim terkait. Nanti kami kabari.”
Hingga berita ini diterbitkan, vendor belum dapat memberikan jadwal pasti terkait pengecekan lapangan maupun dimulainya perbaikan. Semuanya masih berputar pada alasan “proses administrasi”.
Sementara itu, kekhawatiran masyarakat justru semakin memuncak. Banyak warga menilai kondisi JPO tersebut sudah sangat membahayakan dan tak layak dilalui. Beberapa kerusakan yang terlihat jelas antara lain:
tangga dan besi yang keropos parah
lantai jebol struktur besi berlubang dan rapuh atap pernah jatuh dan nyaris mencelakakan pengguna jalan
Warga mempertanyakan: sampai kapan keselamatan publik harus menunggu “proses admin”?
Di tengah padatnya lalu lintas dan tingginya penggunaan JPO tersebut, warga mendesak pemerintah bertindak cepat sebelum terjadi insiden yang lebih fatal. Hingga kini, JPO Teuku Umar masih berdiri dalam kondisi memprihatinkan—dan nasibnya tetap menggantung.(Murdoko)
Berita Terkait