Pesawaran~R-D-T–News~Suasana duka dan ketegangan menyelimuti Dusun Siuncal, Desa Pulau Legundi, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran. Seorang pria lanjut usia bernama Aliyan (68) tewas secara tragis dalam peristiwa yang diduga kuat sebagai pengeroyokan brutal oleh warga. Ironisnya, jasad korban tidak ditemukan hingga kini, setelah menurut saksi, tubuhnya dimasukkan ke dalam karung, diberi pemberat batu coran, lalu dibuang ke tengah laut,17/04/2025.
Kisah kelam ini bermula dari perselisihan sepele yang berubah menjadi tragedi berdarah. Konflik antara korban Aliyan dan Saparudin bin Sabtu (38), yang disebut-sebut sebagai keponakannya, dipicu oleh bau kandang kambing milik korban yang dianggap mengganggu. Adu mulut pun memanas hingga istri Saparudin berteriak bahwa suaminya hendak “digorok” oleh Aliyan. Dalam keributan itu, Saparudin mengalami luka di bagian kepala dan tangan akibat sabetan senjata tajam.
Situasi cepat memanas. Warga berdatangan, dan menurut pengakuan sejumlah saksi, mereka langsung mencoba melerai. Namun dalam proses itulah terjadi dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan Aliyan kehilangan nyawa. Yang lebih mengejutkan, warga diduga secara bersama-sama membawa jasad korban ke dermaga, memasukkannya ke dalam karung, menambahkan pemberat batu, dan menyeretnya ke laut menggunakan dua perahu.
AKP Agus Jatmiko, Kapolsek Padang Cermin, membenarkan adanya laporan pembunuhan tersebut. “Kami sudah memeriksa seluruh warga di kampung itu, sekitar 35 orang telah dimintai keterangan. Dugaan sementara, korban adalah paman dari pelaku utama. Ada konflik, lalu korban membacok keponakannya, dan masyarakat berinisiatif menolong korban bacokan, hingga berujung pada pengeroyokan terhadap Aliyan,” jelas Agus.
Ia juga menjelaskan bahwa kondisi saat kejadian turut menyulitkan pencarian korban. “Angin barat saat malam kejadian membuat jasad korban kemungkinan terseret ke laut lepas. Itu yang membuat kami belum berhasil menemukan tubuh korban hingga sekarang,” tambahnya.

